Masih ingatkah kamu tentang fotosintesis?

Fotosintesis

Fotosintesis (asimilasi karbon) merupakan proses pengubahan energi fisika (cahaya) menjadi energi kimia(zat gula). Pada dasarnya, fotosintesis merupakan proses penyusunan zat dengan menggunakan energi matahari. Matahari sebagai sumber energi utama bagi kehidupan di bumi. Namun, tidak semua organism mampu secara langsung menggunakannya. Hanya golongan tumbuhan dan beberapa jenis bakteri saja yang mampu menangkap energi matahari dan menggunakannya untuk proses penyusunan zat. Proses itulah yang kemudian disebut fotosintesis. Melalui fotosintesis, tumbuhan meyusun zat makanan berupa zat gula. Karena kemampuan menyusun makanannya sendiri itulah, tumbuhan disebut organism autotrof. Tumbuhan disebut juga sebagai organism produsen. Fotosintesis menggunakan energi matahari untuk menyusun zat gula sederhana, zat gula disusun dari bahan dasar, yaitu berupa H2O dan CO2, fotosintesis menghasilkan bahan sisa berupa O2 dan H2O, fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan dan beberapa jenis bakteri.

  1. TEMPAT DAN PERANGKAT ALAT FOTOSINTESIS

Fotosintesis dapa diibaratkan suatu proses yang terjadi pada sebuah “pabrik”. Pada umumnya”pabrik” tempat  fotosintesis adalah daun. Sel-sel daun memiliki kelengkapan alat untuk menangkapenergi matahari. Pada tumbuhan tertentu yang tidak berdaun, seperti bangsa kaktus, kelengkapan alat fotosintesis terdapat pada sel-sel lapisan luar dari batangnya.

Di bagian manakah fotosintesis berlangsung? Daun tersusun dari beberapa lapis sel atau jaringan meliputi:
1. Jaringan epidermis (atas dan bawah)

2. Jaringan tiang (palisade)

3. Jaringan bunga karang (spons),

4. Jaringan pengangkutan.

Jaringan tiang dan bunga karang merupakan bagian yang sering disebut daging daun (mesofil). Di dalam sel-selnya terdapat banyak alat berbentuk bulat atau lonjong yang berwarna hijau, disebut kloroplas. Kloroplas paling banyak terdapat pada sel jaringan tiang. Pada setiap sel dapat memiliki 50 atau lebih kloroplas. Pada lapisan epidermis tidak ditemukan kloroplas, kecuali pada sel penutup mulut daun. Kloroplas merupakan alat atau organela sel yang khas pada sel daging daun. Bentuknya bermacam-macam, bergantung pada jenis tumbuhannya. Selain bulat atau lonjong, ada juga yang berbentuk pita. Pada daun Hydrilla sp., kloroplasnya bulat atau lonjong, berukuran cukup besar dan mudah diamati di bawah mikroskop.organela tersebut mudah dikenali dengan warnanya yang hijau karena banyak mengandung zat warna atau pigmen hijau daun yang disebut klorofil. Ada dua macam klorofil pada tumbuhan darat, yaitu klorofil a dan klorofil b.

Kloroplas tersusun dari dua bagian meliputi:

  1. Bagian seperti tumpukan piring yang disebut grana dan
  2. Bahan yang mengisi di luar grana yang disebut stroma

Pada bagian grana terdapat seluruh perangkat alat penangkap energi matahari. Perngkat alat itu adalah ibarat antenna penerima. Alat penerima tersebut berupa kumpulan bermacam-macam zat pigmen. Pigmen adalah suatu zat yang berfungsi menangkap atau memantulkan jenis sinar atau warna cahaya tertentu. Pigmen daun yang paling banyak adalah klorofil. Sekelompok pigmen yang merupakan satu kesatuan alat penerima energi cahaya disebut fotosistem.

Ada dua fotosistem yang dibutuhkan untuk mendukung proses fotosintesis, yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Komponen utama fotosistem adalah klorofil, khususnya klorofil a. selain fotosistem, juga ada komponen lain yang membantu mengalirkan energi matahari.

TAHAPAN FOTOSINTESIS

Pada dasarnya, fotosintesis terjadi dalam dua tahapan. Kedua tahap itu berlangsung dalam kloroplas, tetapi pada dua bagian yang berbeda. Tahap I adalah proses penangkapan energi surya atau proses yang bergantung langsung pada keberadaan cahaya. Seluruh proses pada tahap itu disebut reaksi cahaya. Tahap II adalah proses yang tidak bergantung langsung pada keberadaan cahaya. Proses atau reaksi pada tahap itu disebut reaksi gelap.

Reaksi cahaya berlangsung pada bagian grana kloroplas. Sebagian energi  matahari yang diserap akan diubah menjadi  energi kimia, yaitu zat kimia berenergi tinggi. Selanjutnya zat itu akan digunakan untuk proses penyusunan zat gula. Sebagian energi matahari juga digunakan untuk fotolisis air (H2O) sehingga dihasilkan ion H+ dan O2. Ion hydrogen tersebut akan digabungkan dengan CO2 membentuk zat gula (CH2O)n, sedangkan O2nya akan dikeluarkan.

Reaksi gelap terjadi pada bagian stroma kloroplas. Pada bagian tersebut terdapat seluruhperangkat untuk reaksi penyusunan zat gula. Reaksi tersebut memanfaatkan zat berenergi tinggi yang dihasilkan pada reaksi terang. Reaksi penyusunan tersebut tidak lagi bergantung langsung pada keberadaan cahaya, walaupun prosesnya berlangsung bersamaan dengan proses reaksi cahaya . oleh karena itulah reaksi pada tahap itu disebut reaksi gelap. Reaksi tersebut dapat terjadi karena adanya enzim fotosintesis

Hasil awal fotosintesis adalah berupa zat gula sederhana yang disebut glukosa (C6H12O6). Selanjutnya sebagian akan diubah menjadi zat tepung (pati/amilum) yang ditimbun di daun atau organ penimbun yang lain.

FAKTOR-FAKTOR FOTOSINTESIS

Fotosintesis dipengaruhi oleh banyak factor, baik factor dari dalam maupun factor dari luar. Factor dari dalam antara lain:

  1. Umur daun,
  2. Keadaan stomata, dan
  3. Jenis tumbuhan

Factor dari luar, antara lain:

  1. CO2 dan  O2,
  2. Ketersediaan air,
  3. Kelembapan dan suhu udara, serta
  4. Keadaan cahaya

Selain empat factor luar tersebut, bahan beracun juga akan mempengaruhi fotosintesis. Misalnya herbisida, tumpahan minyak, air sabun dan logam berat. Cahaya matahari merupakan sumber energiutama fotosintesis. Cahaya mempengaruhi fotosintesis dalam tiga hal, yaitu intensitas, lama pencahayaan dan warna cahayanya. Klorofil menyerap semua warna sina, kecuali sinar hijau. Sinar yang paling banyak diserap untuk fotosintesis adalah sinar merah dan biru. Jenis sinar yang lain juga diserap walaupun dalam tingkat yang lebih rendah. Sinar hijau justru dipantulkan oleh klorofil sehingga daun tampak berwarna hijau. Untuk fotosintesis dibutuhkan intensitas cahaya minimal tertentu. Pada intensitas cahaya yang kurang, fotosintesisnya akan lambat. Sebaliknya pada intensitas yang lebih tinggi, fotosintesis akan lebih cepat. Hal itu nyata, tertama pada tumbuh-tumbuhan rumput, seperti jagung, tebu, dan golongan rumput yang lain. Kadar CO2 juga menjadi factor yang penting. Fotosintesis enderung meningkat bila kadar CO2nya lebih tinggi. Sebaliknya, keberadaan O2 akan mengahambat fotosintesis. untuk memahami lebih lanjut materi di atas,

LAJU FOTOSINTESIS PADA BERBAGAI PANJANG GELOMBANG CAHAYA

Untuk memahami lebih lanjut proses fotosintesis, mari kita lihat video tentang fotosintesis!


0 Responses to “Fotosintesis”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Starscientist

STAR_CALENDER

Juli 2014
S S R K J S M
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

your Last comment

Mr WordPress on Hello world!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: