Gerak merupakan salah satu tanggapan organisme terhadap rangsang. Rangsang dapat dating dari luar (eksternal) atau dari dalam (internal) tubuhnya sendiri. Pada makhluk primitif, kemampuan menanggapi rangsang masih sangat sederhana yang disebut daya iritabilitas. Tumbuhan bukan sekedar memiliki daya iritabilitas, tetapi mampu melakukan penyesuaian diri (adaptasi). Manusia memiliki kemampuan adaptasi yang jauh lebih maju karena telah memiliki alat indra, system saraf dan hormon.

Benarkah tumbuhan bergerak? Gerak yang dimaksud tentu bukan sekedar gerak karena terbawa arus air atau angin, melainkan gerak yang timbul oleh aktivitas dari dalam tubuh tumbuhan. Tumbuhan memang bergerak walaupun dalam bentuk yang sangat terbatas. Pada umumnya, gerak itu hanya ditunjukkan pada bagian organ tertentu saja. Misalnya, gerak mengatup atau membukanya daun atau bunga pada waktu tertentu, gerak tumbuh ujung batang menuju sumber cahaya, gerak ujung akar menuju sumber air atau pusat bumi, gerak mengatupnya daun sikejut oleh sentuhan atau getaran, dan gerak sulur melilit benda yang disentuhnya.

MACAM-MACAM GERAK

GERAK PADA TUMBUHAN

Pada tumbuhan ditemukan macam-macam gerak. Ada gerak yang timbul bukan karena adanya rangsang, melainkan oleh kekuatan dari dalam. Gerak itu disebut gerak otonom atau gerak spontan (gerak endonom). Contohnya adalah gerak kloroplas memutar mengelilingi isi sel pada sel-sel daun Hydrilla sp. atau Elodea sp. Gerak itu disebut juga gerak siklosis. Selain itu, juga ada gerak spiral pada tumbuhan yang mebelit pada batang tumbuhan lain. Sebaliknya, ada gerak yang timbul karena adanya rangsang dari luar. Gerak semacam itu digolongkan sebagai gerak etionom. Gerak etionom sangat beragam bentuknya. Berdasarkan bagian tubuh yang bergerak dan ada tidaknya pengaruh sumber rangsang terhadap arah geraknya, gerak etionom dibedakan menjadi 3 golongan gerak, yaitu tropisme, taksis dan nasti.

Gerak tropisme

Gerak tropisme adalah gerak menanggapi rangsang dari bagian organ tumbuhan. Arah gerakannya dapat menuju atau menjauhi sumber rangsang. Gerak ini terdiri dari:

  1. Fototropisme, yaitu gerak tumbuhnya menanggapi sumber rangsang cahaya (foto), contohnya: ujung batang tumbuh mengarah ke sumber cahaya.
  2. Geotropisme, yaitu arah tumbuh menuju pusat gravitasi bumi, contohnya: akar tumbuh ke dalam tanah atau ke bawah. Dibedakan menjadi geotropi positif, yaitu gerak tumbuh akar yang mengarah ke pusat gravitasi dan geotropi negatif yaitu gerak tumbuh akar yang menjauhi gaya gravitasi.
  3. Hidrotropisme, yaitu gerak tumbuh akar menuju sumber air
  4. Kemotropi, yaitu gerak tumbuh akar akibat rangsang kimiamisanya pada tanah humus
  5. Higrotropi, yaitu gerak yang dipengaruhi factor kelembaban tanah
  6. Gerak taksis

Gerak taksis adalah gerak seluruh tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi rangsang. Gerak taksis ditunjukkan oleh gerak spora ganggang, sel gamet jantan tumbuhan lumut dan paku, serbuk sari pada tumbuhan berbiji, dan tumbuhan satu sel yang aktif bergerak di air, seperti Euglena viridis. Gerak euglena viridis merupakan gerak pindah tempat dari keseluruhan tubuhnya. Euglena viridis secara aktif bergerak menuju cahaya agar dapat melakukan fotosintesis. Gerak pindah tempat karena rangsang cahaya disebut fototaksis.

Sumber rangsang sel gamet jantan lumut adalah air sehingga geraknya disebut hidrotaksis. Gerak serbuk sari menuju bakal biji dirangsang oleh zat gula (zat kimia) pada putik sehingga gerak itu disebut kemotaksis.

Gerak nasti

Pada beberapa jenis tumbuhan, arah geraknya tidak dipengaruhi oleh sumber rangsang. Gerak semacam itu disebut gerak nasti. Gerak nasti terjadi karena perbedaan tekanan turgor

Niktinasti

Niktinasti dipengaruhi oleh factor sentuhan, cahaya, dan suhu udara. Contoh tumbuhan yang melakukan gerak niktinasti adalah tumbuhan lamtoro, sengon, sikejut/putri malu dan jenis tumbuhan Legum yang lain.

Hiponasti

Pada tumbuhanpolong tertentu daunnya mengatup ke atas. Dikatakan hiponasti karena sel-sel persendian bagian bawah yang mendorong daumn mengatup ke atas. Hal itu terjadi karena air dari sel-sekl persendian bagian atas dialirkan ke sel-sel bagian bawah. Akibatnya, sel-sel persendian bawah mengembang dan bagian atas menyusut.

Epinasti

Pada tumbuhan polong yang lain, daunnya mengatup ke bawah. Kejadiannya adalah kebalikan dari hiponasti

Fotonasti

Contohnya: tumbuhan bunga pukul empat, bunganya mekar pada sore hari. Karena mengatup atau membukanya bunga dirangsang oleh cahaya matahari, gerak tersebut disebut fotonasti.

Thigmonasti

Contohnya pada tumbuhan sikejut/putrid malu(Mimosa pudica), daunnya akan segera mengatup bila terkena sentuhan (thigmo) atau getaran (seismo)

Thermonasti

Gerak mengatupnya bunga sebagai respon terhadap perubahan suhu lingkungan.

Untuk memahami bagaimana tumbuhan bergerak menanggapi rangsang, contohnya saat mimosa pudica menanggapi rangsang, mari kita lihat video berikut!


0 Responses to “Gerak pada Tumbuhan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Starscientist

STAR_CALENDER

September 2014
S S R K J S M
« Jun    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

your Last comment

Mr WordPress on Hello world!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: